Paradoks Waktu Luang (Catatan Hati Seorang Cleaner)

forde_canberra_school

Jika tidak salah hitung, kira-kira sudah hampir empat bulan saya menjalani profesi sebagai Teaching Assistant di sebuah sekolah dasar katolik di Canberra. Keren bukan, judulnya aja teaching assistant. Padahallll tupoksi alias tugas pokok dan aksinya adalah: membuang sampah, vacuum, ngepel, bersihin toilet, ngelap kaca dan lain sebagainya. hehehe. Aku memang membantu guru sebelum mereka mengajar namun dengan cara membersihkan kelas sehingga bersih dan nyaman 😀

Tidak hanya semakin sehat dan gesit karena banyak bergerak, ada banyak manfaat selama saya menjadi ‘teaching assistant’. Selama empat bulan sebagai tukang bersih-bersih akhirnya bisa membeli urunan sama istri untuk tiket pulang kampung pada bulan Juni 2014.

Pun selain itu ada  banyak pengalaman berharga yang bisa diambil salah satunya tentang paradoks waktu.  Dalam kurun waktu empat bulan tersebut saya mulai bisa mempelajari pola kerja dan waktu yang perlu saya habiskan untuk mengerjakan tugas. Satu yang menurut saya paradoks adalah setiap saya berangkat lebih awal dalam bekerja. Saya yang biasa bekerja mulai jam 4 sore dan selesai 8 malam, kemudian mencoba mulai jam 15.30 karena sekolah selesai jam 15.00. saya merasa bahwa saya akan cepat selesainya. Tapi nyatanya tidak. Saya pulang malah ngelewati jam yang ditentukan. Misal jatahnya selesai empat jam, saya selalu kelebihan 15-30 menit. What a waste. Karena toh saya tidak digaji kelebihan 15-30 menit tadi.

Setelah saya evaluasi, ketika merasa waktu lebih panjang, ada kecenderungan saya menjadi tidak disiplin. Satu pekerjaan yang biasanya cepat selesai misalnya 10 menit jadi 11-12 menit. Kok ya ndilalahnya, itu merembet pada tugas-tugas yang lain. Makanya, jika dijumlahkan tambahan 1-2 menit tiap pekerjaan, tumpukan keterlambatan menjadi banyak.  Hal ini juga berlaku pula untuk persiapan ujian final mikro/makro/ekonometrika beserta tugas-tugasnya 😀

Dalam hidup pun, sebenarnya kita menghadapi hal yang sama. Awalnya menganggap bahwa waktu kita masih banyak, tapi kok tambahnya usia jadi makin cepet ya?  Pun sekarang dah beristri dah punya anak lagi (sambil ngaca). Peran dan tanggung jawab kita bertambah, baik untuk kehidupan pribadi, keluarga, sosial. Video abstraksi dari ceramah Nouman Ali Khan tentang Surah Al-Ashr di bawah ini sangat relevan dalam pembahasan kita. Betul-betul nasihat buat saya pribad: “Hati-hati dengan waktu luangmu”.

#verylatepost

 

signature-pugo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s