KMF. Konco Monetary Fund. 

mas_Afi

Hidup di perantauan apalagi di luar negeri membutuhkan teman yg saling membantu. Para WNI yg tinggal di mancanegara, atau Diaspora meminjam istilah anak Jaksel, pun juga begitu. Mereka harus tulung tinulung dalam masa-masa sulit. Apalagi dalam hal finansial alias duit.

Hal itu terjadi pada saya di awal kedatangan saya di negeri van Oranje. Saya kesusahan untuk mendapatkan akomodasi hampir selama tiga bulan. Saya sangat menyesal tidak mencari jauh-jauh hari rumah yg akan saya tinggali. Awalnya pengen cari tempat singgah sementara tapi ternyata banyak landlord yg tidak mau, kontrak minimal dalam satu tahun. Itupun juga sulit dengan budget saya yg nggak masuk. Yang masyuk cuman Pak Eko. 

Dalam apply akomodasipun ada beauty contest dalam hal finansial karena pendaftarnya banyak. Misalnya, pendapatan per bulan dan jumlah tabungan di rekening sebagai indikator pelamar bisa bayar biaya rental bulanan. Nah, masalahnya tabungan saya dalam bentuk Euro tidaklah banyak. Ia hanya cukup satu bulan impor #halah. Jika jumlah saldo di tabungan kurang meyakinkan maka dia sulit diterima lamarannya oleh landlord. Landlord dah kayak calon mertua kan? hehe

Alhamdulillah, dalam batch kedatangan saya ada konco wong Semarang bernama mas Dwi Afianto atau biasa dipanggil mas Afi. Pria lulusan SMA 3 Semarang dan STAN ini berkenan memberikan bantuan tanpa bunga pada saya agar rekening tabungan saya minimal keliatan wangun bin layak lah jika dilihat sama Landlord. Dan nggak saya belanjakan juga sih. Alhamdulillah, setelah 3 bulan pencarian aplikasi saya diterima landlord. Rumah itu hingga dua tahun ini saya tinggali. Saya dibantu oleh dana pertemanan alias Konco Monetary Fund.

Saat ini mas Afi sekeluarga sudah back for good ke Indonesia. Thesis beliau mendapatkan nilai 9. Raihan yg jarang dicapai student Indonesia bahkan mahasiswa bule. Foto ini diambil hari kamis pekan kemarin sebelum pagi nya harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi di Dirjen Pajak dan mbak Lia mengembangkan bisnis kateringnya. Matur nuwun mas Afi! 

Note: KMF juga bisa berarti nama acara kumpul-kumpul Kagama di Netherlands. Kumpul. Mangan. Foto.

Rotterdam, 6 September 2018

signature-pugo

Pencitraan

mbakChikuSekeluarga

Pencitraan itu kadang perlu. Terutama untuk mengubah perilaku. Contohnya adalah gubuk lusuh kami di pinggiran rel stasiun metro Zuidplein. Pada hari-hari biasa, rumah berantakan. Cucian kemana-mana. Pemean alias jemuran malang melintang. Dapur tiada aturan. Semua itu akan berubah jika ada tamu yang akan datang. hehe. Ruang tamu bersih tiada pakaian berhamburan. Dapur pun bersih. Mengejutkan. Entah darimana energi bersih-bersih itu berasal   Tapi kami seneng kok jika ada tamu. Kata pak Ustadz, saling berkunjung itu memperpanjang rezeki dan umur.

Alhamdulillah, akhir pekan lalu kedatangan tamu dari Bonn Germany. Mbak Retno yg biasa dipanggil mbak Chiku beserta mas Radit dan putri imutnya Zahra (18 m) main ke Rotterdam. Mbak Chiku ini yg banyak menginspirasi kami dalam sekolah luar negeri. Sudah tidak terhitung jumlah negara yg beliau kunjungi. Saya dan Sari belum ada apa-apanya. Nah, essay dan proposal LPDP mbak chiku pulalah yg saya liat-liat sebagai referensi sebelum submit dulu. Banyak posting beliau di blog juga sangat membantu. Alhamdulillah, diterima. Terimakasih atas inspirasi dan sharingnya mbak Chiku dan mas Radit. Semoga selalu terjalin silaturahmi.

Buat temen-temen yang mau main. Monggo. Biar kami sering pencitraan dan rumah bersih 

 

Rotterdam, 4 September 2018

signature-pugo