Catatan Hati Seorang Cleaner #2

mas catur

Kemarin cleaner kantoran dengan cleaner sekolahan reuni. Mereka sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu. Mereka ditemani seorang pejabat kementrian perdagangan.

Dalam sebuah chat, sebelum ketemu, sang cleaner kantoran mem-bully cleaner sekolahan dengan kalimat: “resiki sak sekolahan mung 4 jam, kerjo opo bunuh diri yo”. Cleaner sekolahan hanya bisa menjawab “Luwih tepatnya diplekotho!”. “Ning doyan ” si cleaner elit menimpali. “iya juga sih” gumam cleaner kroco dalam hati.

Di Australia, para student … eh cleaner Indonesia (ups), sangat disukai oleh boss-boss atau klien penyewa jasa kebersihan. Klien mereka bisa rumah pribadi, sekolah, perkantoran, kampus universitas dan pertokoan. Para pejuang kebersihan Indonesia terkenal lebih tidak suka complain (di depan boss, entah bergunjing di belakang hehe), tepat waktu dan kerjanya bersih. Intinya penurut  Value ini tidak ada pada para pekerja dari asia timur dan asia selatan. Tahulah darimana.

Setelah para veteran cleaner OZ ini bertemu, obrolan tidak jauh-jauh tentang bebersih. Saya baru tahu bahwa senior saya satu ini juga mengalami perasaan yg sama ketika melihat toilet di kantor atau kampus yg kurang bersih. Kaca penuh debu. Mold di cermin. Wastafel yg tidak kinclong. Tissue toilet habis. Kayak gatel pengen untuk ngerjain. Ada rasa berkecamuk dalam hati. Menggumam, “Sini mas saya aja yg ngerjain” Atau “chemical-nya kurang nih!” Belagu bet yak. Syndrome ini sepertinya belum ada nama. Ada usul?

Selain bercerita pahit dan getir selama menjadi aktivis kebersihan, kita juga membahas pendapatan. Cleaner sekolahan menjadi minder karena cleaner kantoran memiliki superannuation sangat tinggi. Jika superannuation segitu gede, maka berapa totalnya! Duh, jadi pengen balik ke OZ. Haha. Tapi juga ada kabar kurang menggembirakan, perusahaan tempat sang cleaner kantoran sekarang sudah gulung tikar. Padahal dulu bisa banyak menyerap tenaga kerja kita.

Kami berharap semoga keunggulan komparatif para cleaner Indonesia bisa ditingkatkan. Bahkan jika perlu, kita membuka company di OZ agar bisa mengurangi defisit current account kita yg semakin menganga. Semoga 

Jakarta, 30 May 2019

signature-pugo